MILIKI MALAKA NAK SEKEJAB

Tahun lalu kami singgah ke Malaka sebelum berpusing-pusing sekitar KL dan Singapore. Meski cuma semalam tetapi punya kenangan sepanjang masa. Malaka memang elok rupawan, destinasi wisata yang menyenangkan. Karena satu alasan dan lain hal, kami mengulangi kembali trip tahun lalu,  melancong ke Malaka. Begitu familiar kami dengan kota kecil ini seolah miliki Malaka meski nak sekejab. Dari pelabuhan Malaka, cukuplah kami berjalan kaki sambil menggeret tas troli untuk mencari hotel. Tahun lalu kami harus bayar kereta sewa  RM 15 yang ternyata lokasi hotel tersebar banyak di belakang pelabuhan. Barangkali sekedar ongkos memutar saja. Biarlah, toh kali itu kami tak paham betul dengan negeri Bandaraya. Kini kami tak mau tertipu mentah-mentah. Kereta sewa, sila nak berjejer di tempat letak kereta, kami nak mengapa jalan kaki saja, menikmati pedestrian Malaka yang sungguh amat elok tertata sambil tengok kanan kiri mencari hotel yang cocok di hati.

Pilihan hati jatuh ke hotel Al Huda yang memberi tarip sewa bilik RM 120 untuk family. Ini cuma ongkos sewa bilik, jadi jangan harap mendapat suguhan breakfast besok pagi. Tetapi tak perlu khawatir karena persis di sebelah hotel kami ada restoran Melaka Raya yang buka 24 jam dengan menu yang sangat bersahabat dan sesuai selera. Ya, kami serumah tak suka dan tak bisa pedas. Jadi harus memilih dan memilah supaya tak terjerumus pada pilihan yang bikin kepala meledak karena kepedasan. Menu nasi dengan ayam goreng jadi pilihan yang aman. Ditambah sayur tumis taoge maka kami cukup membayar sebesar RM 5. Teh tarik dengan rasa khas sepet campur manis selalu jadi pelengkap minum kami. Roti canai plus telur seharga RM 2 kadang menjadi pilihan lain. Jajanan lainnya yang sungguh sangat eksotis adalah rojak. Mirip gado-gado Surabaya tetapi dengan siraman sambal yang tak terlalu gurih. Sangatlah lezat menurut ukuran kami. Manakala esok hari kami berkunjung ke rumah sahabat Zuraidah di Kuala Lumpur, kami mendapati suguhan rojak pula. Maka kami habiskanlah rojak itu dan ternyata bercitarasa yang jauh lebih lezat dari yang kami beli. Puaslah hati kami.

Di Malaka saya memang sengaja datang pada hari Ahad supaya bisa mendapati keramaian di Jonker Street. Lantaran hari masih sore, maka kami menikmati dulu wahana River Cruise. Yang ini ternyata eksotis, Bray ! kita bisa melihat banyak bangunan kuno yang terawat di sepanjang sungai Malaka seperti di sekitar Kg Kelang  Keren abis! Juga ada rumah adat yang masih terawat elok. Setiap jembatan yang dilalui diberi nama sehingga mudah dikenali,termasuk jembatan Kampong Jawa yang juga berdiri Madarasah Kg Jawa di dekatnya. Sayangnya saya tak sempat ekplore mencari tahu mengapa dinamakan Kampong Jawa. Biarlah ini jadi PR saya, supaya jadi penyemangat untuk nak balik ke Malaka lagi. Hahahaha … Lantaran waktu naik River Cruise sudah sore, maka saat kapal dalam perjalanan kembali semua lampu kota sudah dinyalakan. Owh, bertambah cantik nian kota Malaka. Mirip gadis muda yang bersolek yang tak mau mata berkedip melewatkan kecantikannya. Sorot lampu warna-warni menambah nuansa romantis kota Bandaraya. Aih-aih, ingin hati berpacaran lagi dengan istri sambil duduk berdua di baris depan menjauhi nahkoda kapal, memandang setiap sudut kota dan melambaikan tangan pada tamu cafe yang duduk kongkow-kongkow di sepanjang pinggir sungai. Tak cuma cafe  tentunya karena di ujung sana juga berdiri megah hotel Casa Del Rio bak istana yang menghadap sungai. Hotel yang ini memang amat sangat mahal dan tak sesuai bujet kami, jadi cukuplah dengan mimpi kalau ingin bemalam di sini. Selesailah kami menikmati River Cruise dalam 2 rase, tak kecewalah kalau harus bayar RM 15 per orang.

Selanjutnya kami menuju ke Jonker Street. Pesta jalanan yang cuma  digelar saat week-end. Ramainya pengunjung membuat saling bersenggolan. Ah, Anda pasti spontan menamainya gang senggol. Segala accesories, pernik-pernik dan souvenir di jebreng pada lapak sepanjang jalan. Juga jajanan khas Melayu dalam banyak pilihan. Sedianya kami nak cuba ikut antri mencicipi  di salah satu resto yang terkenal, sayangnya budak-budak kami sudah mulai kecapekan. Maka sudah tak fokuslah pandangan kami. Tak lagi leluasa melirik souvenir yang lucu dan imut. Semuanya pun tak terbeli lantaran dengan tiba-tiba si bontot Dika kebelet pipis. Maka perjuangan kami selanjutnya adalah mencari rest area yang disebut tandas. Cukup jauh kami menemukan tetapi menjadi lega karena sangat nyaman buat rehat sejenak. Banyak spot buat berfoto dan sayangnya i-Phone kami low-bat. Tak bisalah kami mengabadikan keunikan beberapa monumen yang ada. Tak beda dengan di Indonesia, rupanya BAK pun harus bayar. Tak payah lagi menahan pipis meski harus mengeluarkan coin 3 cent.

Jonker Street sudah kami jelajah meski tak banyak kami belanja. Anak-anak sudah minta balik ke bilik hotel. Okelah kalau begitu, tetapi saya berikrar pada anak-anak, besok pagi Bapak nak balik jalan kemari untuk melihat beberapa situs sejarah seperti gereja merah dengan city clock yang mendekorasi di depannya, dan sejenak memfoto  bangunan Hard Rock Cafe yang terbingkai dalam roh Malaka yang bersahaja tetapi berkelas.

Saat mentari di ufuk Malaka, saya tak melewatkan kesempatan berkelana di sekitaran Jonker Street sambil mengamati bagaimana sih kondisinya selain malam hari. Rupanya pagi hari pun sudah banyak pelancong dengan Bus Persiaran yang datang ke beberapa spot, seperti di situs Kincir Air, Malacca Fort dan Christ Church Melaka. Jadi biar pagi, pelancong sudah tumpah ruah. Memang Malaka punya daya tarik yang luar biasa. Pantaslah kalau banyak pelancong yang mengunjunginya. Semua spot didesign menarik. Tak ada yang tak istimewa. Termasuk Jonker Street yang paginya ternyata jalanan umum yang dilalui banyak mobil. Yang cuma saya sayangkan, di dataran Pahlawan yang tahun lalu saya jumpai hamparan luas  rumput hijau dimana semua orang bisa bersosialisasi dengan hangat, saat ini lapangan itu sudah ditutupi oleh pertokoan yang belum selesai pembangunannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: