SELAMAT JALAN SAHABAT KECILKU ( Muhammad Delta Radea )

Hampir 18 tahun saya sudah mengabdi di SCTV. Sangat lama. Ada yang bertanya, kog betah? Banyak yang mengarahkan kondisi ini pada loyalitas sang karyawan, meski sesungguhnya juga tak lepas dari kultur yang dibangun oleh perusahaan. Di Amerika, sangat jarang kita jumpai karyawan yang bekerja sampai begitu lama pada satu perusahaan. Sebaliknya di Jepang, hampir semua penduduknya punya kesetiaan yang tinggi pada satu perusahaan. Hal itu dimungkinkan oleh penerapan kebijakan Total Quality Management ( TQM ) dimana karyawan diposisikan sebagai asset. Itulah yang juga bisa  dirasakan di SCTV. Terbukanya ruang berkarya dan tersedianya kesempatan meningkatkan kompetensi. Antar karyawan terjalin hubungan yang tak cuma kontraktual tetapi juga kontekstual. Kekeluargaan terbangun sangat intens.

Kami begitu welcome terhadap karyawan baru. Tak cuma mentransfer ilmu broadcast, tetapi juga nilai sosial yang telah  terbangun sekian lama. Kami paham, inilah rumah kami. Siapa pun yang tinggal di dalamnya, harus betah. Kerasan. Home sweet home. Karyawan baru tak ditakuti dengan intimidasi hubungan senior-yunior. Mereka dirangkul sebagai bagian dari team sehingga langsung bisa mengikuti akselarasi kerja yang sudah berjalan. Saat mereka pulang ke rumah yang sebenarnya,  pasti akan bercerita tentang kehangatan para seniornya dan kenyamanan di kantornya. Inilah yang dialami sahabat saya Muhammad Delta Radea. Keluarganya telah merespon image positif dari suasana kerja di SCTV. Delta telah bercerita, betapa bahagianya bisa bergabung di SCTV. Tentu saja, keluarganya pun turut senang sekaligus bangga. Meski tergolong baru, tetapi Delta langsung mendapat tempat di hati kami. Tak cuma badannya yang teramat besar, tetapi hatinya juga besar dalam menerima setiap pekerjaan dan penugasan. Semua mengatakan Delta sangat helpfull. Setiap pekerjaan diselesaikan sesuai jadwal. Belum ada complaint yang terdengar tentang kualitas kerjanya. Di luar pekerjaan, hubungannya sangat mesra dengan para senior. Delta memang mencuri hati kami.

Postur tubuh Delta yang overweight sehingga terlihat unik, tentu saja menjadi bidikan kami untuk menjadikannya sebagai ikon. Maka setiap kami berkreasi membuat sebuah video, Delta akan menjadi centre of point dari video itu. Bayangkan seorang Delta yang memiliki berat badan lebih dari 100 kg itu kalau bergoyang mengikuti irama dangdut Iwak Peyek. Dengan luwesnya Delta mempertontonkan gemulai badannya yang glinuk – glinuk, meski di setiap break akan terdengar nafasnya yang ngos – ngosan. Siapa yang tidak tertawa terpingkal – pingkal. Dalam kekhawatiran teman-teman, selalu mengingatkan saya untuk membatasi pengulangan pengambilan gambar atau saya harus sedia ambulance. Bagi saya itu kekhawatiran yang berlebihan. Delta sendiri juga tidak terlalu banyak mengeluh. Semuanya dijalani dengan asyik – asyik aja. Kamera, ekspresi and … action! Maka Delta pun mengulangi lagi goyang gemulai dalam irama Iwak Peyek.

Delta juga pernah tampil sempurna memperagakan break dance ala Michael Jackson secara live saat kegiatan internal. Ibu Harsiwi Achmad, tertawa gembira menyaksikan kelucuannya. Ditambah kekonyolan adegan terjatuh yang seolah – olah Delta tak bisa menahan keseimbangan badannya. Surprise sekali. Di akhir tontonan, kami semua larut dalam sukacita karena repertoar itu makin istimewa cetar membahana, sebaliknya Delta terlihat ngos-ngosan dengan keringat yang membasahi raut mukanya. Alhamdulillah, kami tak membutuhkan ambulance.

Ah, keisengan apalagi yang akan kami tujukan kepada Delta. Sungguh, diperlakukan apapun seorang Delta tak juga bersungut, apalagi marah besar. Teman-teman yang memanggilnya Panda, diterimanya dengan besar hati, seolah itulah panggilan sayang untuknya. Meski saya kadang mengira ini bisa jadi olok – olok teman – teman karena badan Delta yang segedhe Panda tetapi terlihat imut. Justru dari teman cewek yang secara terbuka memberikan panggilan mesra Tata. Dengarlah saat di lift, semua cewek yang ada di dalamnya akan menyapa dengan panggilan manja …. Tataaa. Anda pasti ngiri. Delta akan menanggapinya dengan senyum hangat. Sayangnya, di antara banyak cewek itu, belum satupun yang bersandar di hati Delta. sesekali dia mencoba mendekati di antara mereka sambil berbisik, kenalin dong! Gue masih jomblo loh …

Potensinya yang mudah berbaur dengan semua orang, itulah yang akhirnya menjadikan Delta terpilih sebagai ketua pelaksana kegiatan outing divisi COAP. Delta yang baru bergabung satu tahun, langsung diberi kepercayaan mengendalikan acara bersama untuk refreshing keluar kota. Subhanallah, ternyata dengan koordinasi yang intensif acara itu sukses dengan meninggalkan kesan yang mendalam. Di acara itulah saya menggagas sebuah roll play dengan target Delta untuk mengukur kekompakan seluruh peserta. Di acara kumpul bersama malam hari, saya mengajak mas Ponang Praptadi selaku kepala divisi, mas Yudhi yang menjadi pembawa acara, mas Nurman sebagai atasan Delta dan mas Slamet untuk mempersalahkan Delta dengan alasan yang tentunya kami buat – buat tetapi masuk di akal.  Yang terjadi memang seperti yang kami harapkan, semua memberikan pembelaan pada Delta. Betapa marahnya teman-teman pada saya yang begitu serius memojokkan Delta. Bahkan ada yang mau teriak lantang memprotes keras. Pada saat mas Yudhi membalikkan keadaan untuk memberikan applaus meriah pada Delta, semua sontak teriak gembira. Lega kalau itu cuma sebuah skenario rekaan. Bahagianya kami yang telah membuktikan kekompakkan dalam satu tim. Dan Delta pun harus rela ditaburi bedak oleh siapa saja yang mau melakukan. Beberapa teman menghampiri saya sambil berkata, untung loh nggak perlu memanggil ambulance buat Delta.

Seminggu lalu, pesanan jaket yang sedianya dipakai outing baru jadi. Delta pun dengan sigap langsung mendistribusikan jaket itu ke semua teman. Di sela hiruk pikuk pembagian jaket, kami sempatkan berfoto bersama sambil memamerkan jaket yang semua bilang keren. Pose photo itu Delta secara tak sengaja berada pada centre of point di antara kami. Delta persis di tengah – tengah kami. Seusai membagikan jaket sore itu, Delta berujar pada salah satu teman kalau semua tugasnya sebagai ketua pelaksana outing sudah paripurna, sudah berakhir. Malam harinya Delta ingin memberi kejutan pada kami mengganti semua wall paper di ruangan edit dengan fotonya. Lantaran merasa tidak enak, beberapa diurungkannya. Sesaat Delta masih terlihat membantu Yoditha yang harus menyelesaikan editing promo. Dan masih cukup “sore”, Delta pun bisa pulang, karena memang biasanya dia pulang larut malam.

Esok hari menjelang makan siang, Delta baru datang. Saya sempat menemuinya menyampaikan pesanan jaket outing tambahan untuk seorang kawan. Kemudian dia membicarakan pekerjaan dengan mas Nurman dan penggajuan permohonan cuti sebab berencana berlibur ke Jepang bersama kakaknya. Sesaat kami ke masjid untuk sholat dzuhur berjamaah dan Delta menuju ruang edit. Lantaran ruangan masih terpakai, maka   dia cuma berdiri di belakang Danumurti editor yang bertugas, berpegangan sandaran kursi. Delta hanya membooking, mau memakai ruang edit jika sudah selesai. Selepas menyampaikan keperluannya itulah tiba-tiba saja Delta terjatuh. Danu mengira Delta bercanda, tetapi langsung bereaksi memberikan pertolongan ketika tahu bahwa Delta pingsan. Maka semua yang ada di lantai 10 memberikan bantuan sebisanya. Ada yang mencoba menyadarkan dengan minyak kayu putih, ada yang berusaha kontak dokter, mencari tandu dan mencoba menghubungi ambulance dari rumah sakit terdekat. Kali ini, Delta benar – benar butuh ambulance. Sudah hampir 30 menit kondisinya belum pulih. Bahkan makin terlihat pucat. Setelah datang tenaga medis dari RSPP, maka dilakukan pemberian oksigen. Diputuskan agar Delta segera dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan lebih lanjut, dengan ambulance RSPP. Beberapa teman mendampingi dan kami menunggu di kantor dengan perasaan cemas tetapi bibir tak kunjung berhenti untuk terus melafazkan doa keselamatan dan kemudahan bagi Delta. Selang 10 menit, kabar pertama diterima oleh mas Nanang dari Abel, Delta tidak tertolong.

Saat itu semua yang ada di ruangan breakout terkejut tetapi saya sarankan agar tetap tenang. Saya meminta mas Alex supaya menelpon mas Nurman untuk lebih memastikan kabar duka itu dan benar adanya, mas Nurman memberikan jawaban bahwa menurut dokter Delta memang sudah tidak bernafas lagi. Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Semua yang ada di sekitar saya terlihat matanya berkaca-kaca, dibasahi kesedihan yang melangut. Bahkan Dita hingga menangis merengek. Memang kami harus ikhlas karena kali ini kembali kehilangan seorang teman kerja, kawan baik, sahabat dekat dalam keseharian. Muhammad Delta Radea.

Nyaris tak percaya, seorang teman yang beberapa menit masih bersama kita, tiba – tiba harus pergi untuk selamanya. Seorang kawan baik yang benar – benar baik, yang suka menolong, suka bercanda dan penuh tanggung jawab pada pekerjaan. Delta telah merampungkan segala tugasnya sebagai ketua pelaksana outing, sehari sebelum ia meninggal dunia, seolah telah mengakhiri kehidupannya dengan baik dan  kebaikan. Semoga khusnul khotimah. Delta tak cuma pergi bahagia ke negeri Jepang seperti rencananya cuti, tetapi jauh lebih bahagia ke negeri damai nan abadi menemui Sang Khalik. Di usia yang ke-31, memang terasa sangat singkat perjalanan hidupnya. Tetapi itulah takdir. Dalam canda kicaunya di tweeter yang di tweet pada tanggal 4 Januari, Delta berkata, “hidup ini singkat, yang kelamaan ngejomblonya….”

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari perjalanan hidup sahabat kecilku Muhammad Delta Radea. Bahwa sesungguhnya kita juga akan menyusulnya terbaring damai dalam kebaikan yang kita berikan dalam kehidupan ini. Semuanya hanya tinggal menunggu waktu.

Barakallahu fiikuum.

2 Comments

  1. Harindra

    Inna lillahi wa inna illaihi roji’un ,,,,
    Sent from my Smartphone® via Private Network

  2. Harindra thx ya … semoga kita dapat mengambil hikmah dari kematian seseorang … kita semua adalah camat …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: