SAHABAT

Saat ditanya siapakah orang terdekat kita selain keluarga, banyak yang menjawab dialah sahabat. Seorang sahabat, bahkan seringkali sudah seperti keluarga sendiri. Ketika  sedang terbentur problema, kita lebih terbuka berkeluh kesah pada sahabat ketimbang keluarga untuk sekedar menjaga agar tidak merusak stabilitas wilayah domestik rumah tangga. Seolah sahabat adalah barikade kokoh dalam menghadapi keruwetan diri. Sewaktu kita bicara, orang lain barangkali cuma mendengar, tetapi seorang sahabat tak sekedar mendengar, dia  justru ikut merasakan dengan hati. Itulah sebabnya saya sepakat ketika seorang kawan di FB menuliskan status ” sahabat bukan hanya mereka yang telah berada lama di sampingmu, tetapi mereka yang telah lama berada dihatimu ” ( Novi Kartika ). Penjelasan lama, menegaskan bahwa menjalin persahabatan bukan sebuah proses yang instant. Butuh waktu panjang untuk membangunnya, berawal dari kepedulian, pengertian dan kepercayaan.

Sahabat adalah kebutuhan jiwa, begitu Kahlil Gibran melukiskannya. Sahabat seolah bayangan kita sendiri, meski tak tampak tapi terasa begitu dekat. Kehadirannya menyatu dengan hati kita dan selalu menjaga hubungan yang telah menyatu itu. Manakala Anda bercerita sebuah kebahagiaan, dia tidak lantas menimpali dengan kalimat ” cieehh .. “, karena dibalik cieehh ada kecemburuan. Sahabat tidak kemudian berkata ” terserah … ” pada hasrat kita terhadap suatu obsesi, karena di balik terserah ada keinginan. Seorang sahabat sadar betul untuk tidak berkata ” ya udah … ” sebab dibalik ya udah  ada kekecewaan yang tertinggal. Tutur kata sahabat selalu mempertimbangkan dampak psikis pada kita dan tak lain yang telontar selalu menyejukkan dan mendamaikan. Sungguh, seorang sahabat paham betul dan tidak rela menciderai hubungan persahabatan. Kalaulah kehidupan begitu tidak bersahabat, maka bersyukurlah kita masih memiliki sahabat, dia akan menjadi pembangkit energi agar semangat kita terus membara menghadapi kesulitan hidup dan makin terasa bahwa sahabat adalah kebutuhan jiwa.

Sahabat adalah cermin diri. Padanya kita melihat siapa sejatinya diri kita. Kebaikan atau keburukan seorang sahabat akan mendekorasi watak kita. Itulah sebabnya kita tidak bersahabat dengan sembarang orang. Ada proses seleksi yang sangat ketat untuk menempatkan seseorang di hati kita. Manakala kita merasakan ada sosok yang mampu mengisi sisi kekurangan kita, saat itulah kita bertekad untuk menjadikannya sebagai sahabat. Sahabat yang baik itu mirip penjual minyak wangi, semerbak harum yang dibawanya akan kita rasakan dan bahkan turut mengharumkan badan kita. Sahabat hafal betul dengan gelora dan irama yang ada di hati kita. Ketika kita tidak pada irama itu, sahabat akan buru-buru untuk mengingatkan. Sahabat tak akan rela ketika kita tidak menjadi diri sendiri. Sahabat akan selalu menginginkan yang terbaik dari setiap keberadaan kita. Dia tidak akan mendengar celoteh orang lain tentang kita sebelum dia melihat sendiri dengan mata kepala dan tidak akan berkata tentang kita sebelum hatinya benar – benar merasakan tentang kita yang sebenarnya. Karena sahabat memang ada di hati kita.

Begitu banyak deret kebaikan dari seorang sahabat, tetapi sering kita lalai untuk memberikan apresiasi padanya. Meski sesungguhnya sahabat tidak menginginkan itu. Ketulusan telah melatari semangatnya dalam berinteraksi. Padanya kita berharap untuk selalu memperhatikan kita, tetapi sebaliknya sikap kita sendiri memprihatinkan dengan tidak memberinya perhatian. Alangkah miskinnya jiwa ini. Maka mari segarkan nilai persahabatan yang sudah kita bangun. Siapkan kejutan kecil untuk sahabat sembari katakan padanya bahwa keberhasilan yang Anda raih saat ini juga karena dukungannya, sebab nasihatnya atau mungkin juga atas doanya. Saatnya sahabat ikut menikmati keberhasilan itu. Dan jangan lupa untuk juga mendoakannya dalam setiap munajat yang kita tengadahkan ke hadlirat Illahi. Anda dan sahabat sudah sepantasnya untuk sama – sama bahagia pada titik yang segaris.

Barakallahu fiikum.

 

3 Comments

  1. Reblogged this on Blog Jasa Tulis Menulis Naskah and commented:
    Inspiratif..

  2. Mengharukan

  3. Jazakallahu khairan Akhiy Adam Musyaddad Khairul Rahman. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: