SURAT INDAH UNTUK AYAH

Yang terhormat para Ayah !

Apakah Ayah merasa ketika sedang berada di rumah maka anak – anak lebih memilih bermanja pada Anda ? Coba diingat, saat makan mereka memilih untuk disuapin Ayah, karena bersama Ayah bisa makan sambil main – main. Lebih dari itu anak – anak juga mengaku polos, kalau makan sama Ayah lebih enak soalnya boleh nggak pakai sayur. Mama selalu maksain ditambah sayur dan mesti duduk di meja makan. Maka munculllah kecemburuan kecil di dalam rumah. Adanya treatment yang berbeda antara Mama dan Ayah kepada anak – anak. Saya yakin, para ayah tentu tak ingin menciptakan standar ganda di dalam rumah. Sungguh, para Ayah dengan segala kesabarannya ingin sedikit memberi ” bonus ” buat anak – anaknya karena betapa bahagianya anak – anak itu saat diberi keleluasaan untuk sedikit menikmati ” kebebasan ” sesaat di kala tidak dalam monitoring sang Mama.

Dengan segala kesabarannya, saat libur memang para Ayah rela mendedikasikan waktunya untuk anak – anak sementara Mamanya bekesempatan ” libur ” dari rutinitasnya sebagai pengasuh. Inilah hari happy sedunia buat anak – anak kita. ” Ayah, yuk kita main pistol air ! ” rengek anak – anak. Kemudian mereka melanjutkan complain-nya, ” Habis Mama nggak bolehin. Kata Mama ntar masuk angin kalau basah – basahan. Yuk Ayah, aku pistol air yang biru, Ayah pakai yang warna merah ” Ahh, seperti sebuah repertoar yang indah yang kita alami di rumah. Bagaimana Ayah bisa menolaknya. Belumlah Ayah bisa menjelaskan alasan mengapa sang Mama melarang, anak – anak sudah keburu menembakkan pistol airnya sambil tertawa cekikikan. saling berkejaran, sesekali ngumpet dan kemudian ngagetin dengan tembakan yang bertubi – tubi. Memang basah. Tak bisa dipungkiri. Tapi terselip kebahagiaan yang memuncak pada anak – anak kita. Repertoar ini akan terus berlangsung hingga di kamar mandi. Saling mengguyur antara Ayah dan anak. Bahkan hingga main sabun berbuih – buih, yang tentu ini bagian yang dilarang oleh Mama karena pemborosan.

Yang terhormat para Ayah !

Pernahkah Ayah merasakan kecemasan anak – anak di penghujung week end Anda ? Bisa jadi para Ayah menganggapnya ini perkara kecil, celoteh yang sambil lalu karena seolah tak memberi impact dan perubahan besar pada rutinitas sang Ayah. Yahh, sambil belajar dan bahkan ketika hendak tidur, anak – anak selalu menitipkan harapan supaya Ayah yang menjemput mereka sekaligus  menemani bermain di kala pulang sekolah. Kesannya mereka sangat menginginkan punya waktu banyak bersama Ayah. ” Kenapa Ayah kerjanya jauh sih ? Kerjanya di rumah aja. Biar kita bisa main lagi … !!! “. Sungguh, hati siapa yang tak tersentuh, apalagi rengekan ini nyaris selalu terlontar di akhir pekan. Permintaan anak – anak ini tentu tak main – main. Dalam kedekatan dan kebersamaan dengan Ayah, anak menangkap figur seorang pahlawan, seorang sahabat dan seorang pemimpin. Kedekatan bersama ayah, sesungguhnya akan turut membangun karakter sang anak sehingga ia akan juga belajar bagaimana menjadi seorang pahlawan, sahabat dan seorang pemimpin.

Yang terhormat para Ayah !

Seiring berjalannya waktu, masa indah anak – anak kita akan berlalu dan kita tak bisa kembali berbalik ke sana. Dengar celoteh mereka, wujudkan mimpi mereka. Saatnya para Ayah mulai mempersiapkan sebuah usaha yang bisa dikelola di rumah dan dari rumah. Bayangkan nanti betapa bahagianya anak – anak kita bersepeda sore hari sambil teriak memanggil ayah di depan rumah. Semoga Allah memudahkan jalan usaha untuk para Ayah.

Barakallahu fikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: