TAQLID

 Dulu sewaktu istri melahirkan, suster yang membantu persalinan memberikan kepada saya ari-ari untuk dibawa pulang. Maka saya menanamnya di sisa lahan yang ada di depan rumah, tanpa seremonial, tanpa menabur bunga rupa-rupa, tanpa menambah penerangan lampu seperti yang pernah saya lihat di kampung dulu. Pun setelah tah perkaranya, adzan juga tak saya kumandangkan pada telinga sebelah kanan anak yang baru lahir. Memang sempat ada pertanyaan, maka saya jelaskan dengan sebuah pertanyaan, bukankah adzan itu adalah panggilan untuk sholat ? Beberapa juga berdalih, bukankah bagus dengan mengumandangkan seruan mulia sebagai suara yang pertama kali di dengar. Lanjut saya, Apakah harus dengan adzan ???

Dari sepenggal kejadian di atas, betapa kita melihat adanya kesalahan dalam memahami kebenaran. Seolah kita tak faham tentang Allah, tauhid, jauh dari sunnah padahal nyaris tiap minggu duduk di sebuah majelis taklim untuk mengaji. Semua peringatan dan penjelasan Rasul yang sesungguhnya datang dari Allah menjadi berjarak, tersekat dinding tebal padahal jelas-jelas Al Qur’an dan As Sunnah disampaikan dengan bahasa yang gampang dan sederhana. Nyaris semua aktivitas kehidupan yang bernilai ibadah tercampur oleh adat, tradisi dan kebiasaan yang ada. Inilah sebuah fakta bahwa kita sesungguhnya sedang terjatuh pada perkara taqlid buta.

Taqlid menurut istilah adalah mengikuti perkataan tanpa mengetahui dalilnya. Al Qur’an menjelaskan bahwa taqlid ada 2 macam, yaitu pertama taqlid pada adat istiadat sebagai dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 170, “ Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutlah apa yang dikatakan Allah, “ mereka menjawab: “( Tidak ) tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari ( perbuatan ) nenek moyang kami “. “ ( Apakah mereka akan mengikuti juga ), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk ?”. Maka betapa banyak hari ini kita masih dapat menyaksikan dimana-mana praktik kesyirikan sebab menganggap tradisi yang diwariskan nenek moyang jauh lebih baik ketimbang keindahan syariat yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Adanya tahlilan setelah musibah kematian juga menjadi salah satu bukti taqlid pada tradisi. Di Wikipedia dijelaskan tahlilan adalah ritual / upacara selamatan yang dilakukan sebagian umat Islam, kebanyakan di Indonesia dan kemungkinan di Malaysia, untuk memperingati dan mendoakan orang yang sudah meninggal. Apakah kemudian kita masih taqlid seolah beramal ibadah tetapi tanpa dalil ?

Bentuk taqlid yang kedua adalah taqlidnya kepada para manusia sehingga mengikuti manusia itu dalam halal dan haram mengalahkan ketaatan mereka kepada Allah,   sebagaimana dijelaskan dalam Qur’an surat At Taubah 31: “ Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah… “. Cobalah kita amati, seringkali dalam mempertahankan pendapat, seseorang melakukan defence dengan kalimat sakti, “ Kog kata Ustadz saya nggak gitu “. Padahal yang disampaikan padanya adalah kebenaran yang bersumber dari Qur’an dan hadits. Sementara tidakkah kita sadar bahwa seorang ustadz atau kyai sekalipun hanyalah seorang manusia yang kemudian sangatlah wajar jika salah. Tampak jelas sekali kalau timbangan kebenaran hanya disandarkan pada hawa nafsu yang akhirnya menjerumuskan ke dalam kubangan taqlid buta. Maka selayaknya tidaklah kita bertaqlid pada manusia. Tidak ada satu manusia pun yang pantas kita ikuti hingga titik darah penghabisan selain Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Sungguh, kebenaran hanyalah milik Allah. Semoga kita selalu diberi petunjuk untuk mengikuti setiap amalan yang bersumber dari kebenaran paling haq, yaitu Qur’an dan As-sunnah.

 

Barakallahu fikum.

 

*) direkonstruksi kembali dari materi kajian ilmiyah masjid al ikhlash pada 9 Juni bersama pemateri Ust. Oemar Mitta.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: