HADIAH

Kemarin malam saat masih sibuk menyelesaikan pekerjaan terakhir sebelum pulang, seorang kawan baik mendekat ke meja saya. Biasanya untuk berpamitan, begitulah kelaziman beliau sambil saling bersalam doa. Tetapi malam itu sebelum bermohon diri,  kawan baik mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah buku yang masih tersegel plastik dihadiahkan kepada saya, sambil berucap, “ buku ini cocok buat Pak Kar “ Begitu saya lihat, subhanallah, sebuah buku yang disusun oleh ulama yang saya kagumi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dengan bahasan yang luar biasa seputar Tazkiyatun Nafs. Saya sempat terkesima dan berbunga – bunga sebab menjadi orang yang beruntung mendapat hadiah istimewa. Tetapi saya juga tak ingin menyia – nyiakan kesempatan. Di dalam tas  ada 3 buah buku baru yang terbeli saat mengikuti bedah buku beberapa hari lalu. Maka buku – buku mungil itu pun kuhadiahkan untuk kawan baik, sebagai balas kebaikan.

Sampai di rumah pun saya masih merasakan kebahagiaan mendapat hadiah sekaligus memiliki buku yang bagus. Ada rasa bertambah dekat dengan kawan baik sambil mendoakannya agar Allah melimpahkan keberkahan untuk kawan baik. Merasa belum terwakili, maka kutulis di sampul depan buku itu agar menjadi prasasti yang selalu kuingat, Hadiah Istimewa dari Seorang Sahabat, semoga Allah mengganti dengan kemuliaan dan keberkahan untuknya …21 Mei 2012.

Sungguh, saya terselimuti aura positif dari sebuah hadiah yang kuterima. Tak heran kalau Islam mensyariatkan agar kita saling memberi hadiah sebagaimana sebuah hadits shahih dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencinta “. ( HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 594 ) Betapa dahsyatnya kekuatan hadiah yang terbukti bisa merekatkan hubungan harmonis dua manusia yang telah berbagi hingga tumbuh rasa saling mencinta. Bagaimana tidak, yang memberi membuktikan diri bahwa dia memiliki perhatian khusus pada orang lain. Hadiah yang diberikan juga menjadi ekspresi penghormatan dan pembuktian bahwa si pemberi sangat murah hati dan dermawan. Sebaliknya pada si penerima akan tumbuh rasa cinta dan hilangnya rasa curiga dan pandangan negatif lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pemberian sebuah hadiah sama sekali tidak bersyarat. Hati – hati loh, sesuatu yang diberikan dengan mengikatkan pada syarat dan kondisi tertentu maka akan menjadi semacam praktik suap.

Memberi hadiah juga menjadi salah satu cara dalam menyambung silaturahmi. Maka jangan segan – segan untuk saling memberi hadiah, meskipun hanya barang yang remeh dan kecil. Sekecil apa pun yang Anda berikan pada orang lain, sesungguhnya menyimpan makna yang sangat besar bagi sebuah kebersamaan dan persaudaraan. Ada silaturahmi yang terjalin dari pemberian kecil yang Anda ulurkan dan pada silaturahmi itu ada manfaat besar, yaitu dipanjangkan umur dan dilapangkan rejeki. Bukankah inilah yang kita inginkan selama ini?

Maka fikirkanlah sekarang, siapakah kerabat atau saudara yang bakal Anda beri hadiah di pekan ini ? Insya Allah hadiah Anda akan tergantikan oleh kemuliaan dan kelapangan rejeki.

Barakallahu fikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: