UANG & WAKTU

Ada satu pertanyaan dari seorang kawan baik yang mengusik fikiran saya. Sederhana tapi bisa menginspirasi untuk mengubah keadaan sosial ekonomi kita. Pertanyaannya ( yang sesungguhnya juga saya lontarkan untuk Anda ), kapankah saya benar – benar merasakan punya banyak uang dan waktu dalam waktu bersamaan ?  Hmm, mari kita coba jawab. Sekarang ini saya bekerja di sebuah perusahaan. Gajian selalu habis untuk post bulanan, sedangkan waktu nyaris tak tersisa lantaran BPPT alias berangkat pagi pulang tengah malam. Capeknya setengah mati, meski juga soal pekerjaan tak mirip kerja rodi di bawah tekanan serdadu kumpeni.  Berarti katakanlah memang harus diakui bahwa saat ini sebagai seorang karyawan kita tidak punya uang dan tidak punya waktu. Mengingat saat kecil dulu, betapa kita semua tahu begitu banyak waktu yang kita miliki, tetapi uang tak punya. Semua keinginan serba diawali dengan menadah tangan ke Bapak dan Ibu. Kalau kemudian saya membayangkan di hari tua kelak, bisa jadi waktu ada banyak tetapi uang tabungan hari tua akan terus mengalir untuk biaya berobat ini dan itu.

Jadi, kapan dong kita punya banyak uang dan waktu ? Maka jawaban yang paling masuk akal adalah saat usia produktif seperti saat ini. Inilah golden moment yang tak akan datang lagi. Maka dengan cara  seksama dan dalam tempo yang sesingkat – singkatnya  kita harus memanfaatkan golden moment ini untuk bisa merasakan punya banyak uang dan waktu. Agar terwujud tentunya ada hal – hal mendasar yang harus kita lakukan mulai sekarang juga. Apakah itu ?  Memulai sebuah usaha menjadi seorang enterpreuner untuk kemudian meninggalkan pekerjaan utama sebagai seorang karyawan. Seorang enterpreuner punya peluang besar menerima gaji setiap hari, sedangkan sebagai seorang karyawan, Anda hanya mendapat gaji sebulan sekali. Gaji yang setiap hari masuk ke rekening Anda, bukan tidak mungkin jika diakumulasi akan jauh lebih banyak dari gaji bulanan. Maka Anda berpeluang menggenggam uang jauh lebih banyak. Dan soal waktu, jangan ditanya, sebagai seorang enterpreuner, hanya sedikit waktu yang Anda butuhkan untuk mengelola usaha yang berjalan, selebihnya Anda punya kebebasan untuk melakukan apa saja dengan waktu yang dimiliki. Mau jelajah pelosok nusantara hingga ke Raja Ampat bisa kesampaian. Lha wong Anda pengusaha, jelas pantas saja. Tak akan ada yang protes. Sebaliknya kalau Anda hanya seorang karyawan, boro – boro mau ijin cuti, kepala nyut – nyutan saja harus tetap berangkat kerja. Tak bakal bisa meninggalkan kerjaan yang tak pernah ada habisnya itu. Sebagai seorang karyawan, cukup saat lebaran saja Anda bisa leluasa meninggalkan kantor untuk mudik sambil sesekali singgah ke tempat wisata dari sisa THR yang ada.

Seorang kawan baik di kantor, memiliki hobbi utak atik mobil. Kalau sudah hobbi, tentu yang dilakukan adalah didasari rasa senang. Tak ada keberatan sedikit pun yang menggandoli. Satu mobil di rumah, rasanya mentok kalau harus dioprek tiap minggu. Maka kawan baik mencari mobil bekas untuk kemudian di dress up biar tampilannya makin stylist. Begitu sudah maksimal, kalau mobil itu dijual tentunya dengan harga yang otomatis melambung. Tak disadari, ternyata ada margin yang besar antara harga dia membeli dengan harga menjual mobil yang sudah dipercantik tadi. Kawan baik itu sesungguhnya telah memulai sebuah kerja cerdas sebagai seorang enterpreuner. Hobbinya telah mengantarkannya meraih penghasilan tambahan yang terbukti jauh lebih besar dibanding gajiannya sebagai seorang karyawan. Tangannya yang gatel setiap minggu untuk mengutak atik mobil, sudah disalurkannya dengan cara kreatif. Saya yakin, kawan baik ini telah menempuh jalan yang benar sebagai seorang enterpreuner. Agar usahanya ini makin berkembang, satu hal yang harus dilakukan berikutnya adalah fokus ke depan. Mulai memikirkan untuk lebih serius mengubah hobbi menjadi profesi. From zero to hero.

Sekarang fikirkan apa kesukaan Anda! Berternak, maka Anda bisa memaksimalkan lahan di rumah untuk memelihara lele atau ikan mas. Suka membuat design kreatif, peluang besar terbuka sebagai pengelola usaha kaos trendy. Bukankah Anda juga pernah berbisik kalau resep olahan mie ayam oleh istri Anda rasanya jauh lebih lezat dibanding mie ayam  GM yang banyak dicari orang itu. Jangan dikebiri peluang ini, alihkan antrian panjang dari oulet bakmi GM pada warung kreatif Anda. Satu kunci sudah Anda pegang bahwa racikan istri Anda lezat dan sesuai lidah orang. Tinggal perkenalkan sebagai produk dagangan pada semua teman. Dari mulut ke mulut, insya Allah usaha Anda dan istri akan berkembang  pesat. Siap – siap menerima pesanan dari teman yang sedang menggagas acara makan – makan di kantor ataupun di arisan. Pernah seorang kawan berkelakar, ” saya tuh mestinya bisa lebih kaya dari pengusaha Bambang Rachmadi, wong burger bikinan istri saya jauh lebih maknyos dibanding Big Mac “. Memang masuk akal, karena yang maknyos pasti diburu orang. Lha bisnis makanan di Jakarta itu gampang banget,  soalnya yang nggak enak saja pasti dibeli orang. Tetapi cuma satu yang belum dilakukan, kawan tadi tidak melakukan sesuatu agar orang tahu bahwa burger bikinannya memang maknyos. Gelar dagangan di jalan !

Banyak peluang yang memungkinkan Anda menjadi pejuang tangguh mengubah keadaan menjadi pribadi sukses yang memiliki banyak uang dan banyak waktu. Masa depan ada di tangan Anda sendiri. Mau tetap menjadi karyawan yang tak bisa leluasa memaksimalkan waktu dan tak leluasa memenuhi kebutuhan hidup keluarga, atau Anda memilih untuk menjadi pahlawan bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan dengan menjadi seorang enterpreuner. Putuskan sekarang juga, di saat usia produkif ini atau akhirnya semua terlewatkan begitu saja hingga kemudian memang Anda benar – benar tak pernah merasakan memiliki banyak uang dan waktu di saat bersamaan.

Barakallahu fikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: