MENGAPA HARUS ABEL ?

Aku pertama mengenalnya tanpa sengaja saat membutuhkan seorang talent vocal untuk demo lagu yang kubuat. Seorang mahasiswi PKL di kantor menemuiku setelah di referensikan kawan baik. Dia memperkenalkan diri bernama Abel, nama lucu yang pertama kali kudengar dan kelak saya juga tak nyana kalau ternyata orangnya pun lucu dan punya berlebih energi untuk membuat karya besar dalam ukuran kami. Tak nyana, kata –  kata inilah yang akan sering aku sandarkan padanya karena memang ada banyak kejutan darinya yang tak ku nyana – nyana. Untuk sebuah demo lagu, cukuplah aku memanfaatkan talenta lokal agar tak perlu mengeluarkan budget khusus. Maka aku mencari anak PKL yang sekedar teriak tapi cukup terdengar merdu. ” Saya Abellani mas… ” dia memperkenalkan diri khas orang Sunda yang santun. Setelah kulakukan take vocal bersama seorang arranger yang membantu saya, sungguh tak dinyana suaranya dahsyat menggila. Abel tak cuma teriak tapi bisa menciptakan harmonisasi indah untuk laguku bertema ramadhan. Ini bukan lagi sebuah lagu demo, tapi benar – benar sebuah lagu yang sudah jadi.  Akhirnya aku berani memadukan suara Abel dengan seorang penyanyi profesional. Tak dinyana, lagu ramadhan yang kuciptakan untuk campaign SCTV Ramadhan menjadi istimewa.

Lama setelah itu Abellani tak lagi berhubungan denganku. Tak dinyana aku kemudian melihat Abel sibuk sebagai floor director pada event off air acara tahunan yang diadakan di kantor untuk karyawan. Hmm, anak ini tampaknya punya prossesor yang sangat handal bisa merespon berbagai macam pekerjaan. Secara fisik, chasingnya kecil tapi memiliki auto rotate yang responsif. Siap melahap semua pekerjaan dan mampu bernavigasi dengan sangat lincah. Kelak saya akan tahu kapasitasnya ini setelah takdir Allah mempertemukanku dengannya dalam satu tim kerja. Maka setelah berlalunya event off air itu, benarlah akhirnya Abellani berkesempatan PKL di departemenku. Saya membayangkan, hebat juga anak ini. Urusan HRD bisa, PKL di departemen produksi dijabanin dan akhirnya saat kerja lapangan di tim kreatif promo on air terbukti dia memiliki passion yang liar. Maka kami tak menyia-nyiakan potensinya. Setelah berlalunya masa PKL, Abellani berkesempatan bergabung di departemenku, berkumpul dengan orang – orang kreatif. Talentanya berkembang luar biasa, she is on the right track. Maka kami tak bingung lagi kalau bikin lagu untuk campaign program tertentu. Vocalist yang handal sudah tersedia, ready to use. Abel pun juga sangat ekspresif untuk menjadi talent dengan berbagai peran. Banyak promo yang sudah kami buat menampilkan karakter Abel sebagai talent utama. Kolaborasiku dengannya sebagai produser pun telah menghasilkan beberapa penghargaan bergengsi Citra Pariwara. Terakhir, atas segala ide dan eksekusi yang digagasnya sendiri bersama seniornya, tahun 2011 Abel berkontribusi besar untuk pencapaian penghargaan Best TV Station of The Year bagi SCTV. Maka kami pun merasa perlu merayakannya.

Sayangnya, kebahagiaan  kami merayakan kemenangan itu bakal tak dilengkapi kehadiran Abel. Sungguh, saat ini Allah Pemilik Sifat Sempurna telah menyibukkan Abel pada urusan yang sangat penting yang harus ditopang dengan segala perasaan, dengan menghadirkan cinta dan kasih sayangnya sebagai seorang Ibu. Abel tengah dalam ikhtiar bersama sang Buah Hati, menjalani penggalan lakon kehidupan dengan segala kepasrahan tingkat tinggi. Dalam ketundukkan sebagai seorang hamba, Abel secara perlahan tapi pasti menunjukkan satu per satu keindahan batin yang tersimpan dalam jiwanya selama ini. Ibarat mutiara, setiap gosokan menambah kemilau indah yang dipancarkan. Saya melihat itu dalam diri Abel. Dia yang mungkin dipandang secara kasat mata rapuh lantaran teman-temannya lebih asyik masyuk dengan dirinya sendiri, yang tak pernah tampak tercubit oleh kenestapaan hidup, persislah sebagaimana gaya hidup anak perkotaan, yang tak memberi konsumsi rohani secara proporsional. Sungguh, tak ada kerapuhan dalam jiwa dan raga Abel yang dapat kita temukan. Maka pahamlah kita kalau ternyata Abel tumbuh dalam keluarga besar yang telah membentengi dengan keimanan yang utuh. Kesabarannya menghadapi setiap ujian demi ujian yang tentu teramat sangat mengagetkan bagi seorang Abellani Larasati yang baru memulai membangun maghligai rumah tangga. Keikhlasannya menerima setiap keadaan yang tentu tak selalu diinginkannya. Abellani tak merasa getir. Justru dalam hikmatnya menerima keadaan yang memilukan itu, Abel melakukan metamorfosa, mempercantik jiwanya dalam sosok yang sama sekali beda namun makin memancarkan keindahan batin. Sungguh tak dinyana, Abellani yang malam itu menyempatkan diri datang ke kantor menampakkan dirinya berjilbab. Saya tertegun dan berucap syukur, memuji kebesaran sang Illahi. Ya Allah, Engkau telah turunkan hidayah itu pada saudaraku, batinku bergumam. Allah telah membukakan baginya pintu – pintu kenikmatan dan tak hendak menenggelamkannya dalam angan – angan duniawi. Abel telah terpilih sebagai hamba pilihan dengan segala rencana  indah yang digariskan oleh Allah azza wa jalla.  Insya Allah,  Abel menangkap hikmah dari  semua itu, bahwa di depannya kini ada tanggung jawab besar dan sebuah amanah suci sebagai seorang Ibu.

Saya sempat bertanya dalam hati, mengapa harus Abel ? Memang tak dinyana tetapi itulah kehendak Allah yang tak seorang pun bisa menghalang – halangi. Abel telah menjadi hamba yang paling dicintai oleh Allah dengan segala kemuliaannya. Saya bertanya itu lantaran betapa akan memungkinkan hilangnya sosok Abel yang dulu. Yang telah mengajariku bahasa gaul agar saya tetap bisa eksis di tengah anak muda. Yang pernah membuatkanku account di facebook hingga saya harus meralat sikap saya sendiri bahwa facebook memang menjadi social media yang tak bisa dipungkiri. Abellani telah turut mendekorasi hari – hari saya dengan jiwa dan caranya sendiri. Saya merasakan manfaatnya itu semua. Yang juga saya suka, betapa dia menjadi partner yang enak untuk mengembangkan ide, merumuskan konsep kreatif yang memang sangat meletup – letup dalam jiwanya. Meletup – letup juga jamak kujumpai sebagai reaksi Abel menghadapi suatu masalah, khas anak muda. Tetapi Abel terbukti tak ingin dikuasai masalah. Dia justru selalu berusaha sharing agar bisa mengendalikan masalah yang dihadapi. Dia sadar sepenuhnya memiliki banyak kekurangan dan tak malu untuk bertanya agar tak salah bersikap. Abel tahu betul pada siapa harus sharing, pada siapa patut meminta nasihat.

Mengapa harus Abel, menjadi pertanyaan saya untuk tetap meyakinkan bahwa Abellani Larasati tetaplah akan menjadi seorang kawan dalam berkarya, meski dia kini seorang istri, seorang Ibu yang dengan kasih sayangnya akan menghabiskan waktunya bersama keluarga, memupuk cinta agar kelak bersama suami dan anaknya memetik bunga bahagia. Teringat sekali ketika istri saya sakit keras sehingga saya lebih banyak meninggalkan pekerjaan, Abel dan seorang kawan lainnya yang kami panggil Mami Sofie seolah mampu memahami kegalauan saya soal pekerjaan. Semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya ditanganinya. Bahkan Abel dan Mami Sofie meyakinkanku bahwa semuanya bisa beres. Wow, tak dinyana aku memang masuk dalam lingkaran solidaritas dari tim yang solid bersama Abel.

Segala puji bagi Allah yang tidak melupakan orang – orang yang mengingat-Nya. Geliat batin Abel memutuskan memakai jilbab, tentu sinyal bahwa Abel terus menghadirkan wajah Allah dalam pandangannya. Dalam setiap tarikan nafasnya, Abel mengingat kehadiran Allah. Sungguh, maka Allah pun tak akan melupakan Abel yang menyadari sepenuhnya sebagai hamba yang lemah. Allah akan menjadi penolong segala kegalauannya dan Allah lah sebaik – baik penolong. Insya Allah, segala kesabaran, ikhtiar dan sikap tawakal Abel akan digantikan dengan kemuliaan untuknya. Tak akan pernah sia – sia atas segala ikhtiar yang sudah, telah dan akan engkau lakukan, kawan. Teruslah sirami buah hatimu dengan kasih sayangmu yang tulus. Inilah jalan yang akan melapangkanmu di akherat kelak, karena memang kita harus mengingat kehidupan sesudah kehidupan. Ikhtiar yang telah engkau lakukan dengan sungguh – sungguh, dengan pengorbanan yang besar, akan menjadi indah pada waktunya. Pada kesabaran dan  keikhlasanmu, sungguh kami semua harus belajar padamu.

Doa kami selalu untukmu, Abel. Untuk keponakanku Kamaaliq tersayang. Semoga Allah merahmatimu!

Barakallahu fikum.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: