GALAU

Tidak ada yang membuat saya menjadi galau selain dari kata ” galau ” yang begitu marak dipakai banyak orang saat ini. Iklan pun menangkap realitas ini dan dijadikan sebagai satu pendekatan agar konsumen yang dibidik tak segan – segan membeli produknya. Seolah – olahnya sih produk itu ikut merasakan kegalauan yang mewabah, padahal ada udang di balik batu. Kalaulah akhirnya membeli, konsumen tetap galau dan sebaliknya pengiklan jingkrak – jingkrak kesenangan lantaran dagangannya laris manis. Galau menjadi deskripsi keadaan paling mutakhir, mewarnai status para fesbukers dan kicau pada twitter. Belum gaul kalau nggak galau. Galau menjadi alasan mengapa buruh dan mahasiswa turun ke jalan saat pemerintah berencana menaikkan harga BBM. Musyawarah para galauers di ruang kabinet juga memanas lantaran berambisi sekali untuk memutuskan kesepakatan yang dianggap memihak rakyat. Galauers di luar yang tak sabar menanti keputusan, akhirnya jadi anarkhi, pagar digulingkan seolah – olah bakal mampu menggulingkan sang penguasa. Galau dimana – mana dari timur hingga barat, selatan  dan utara. Dengan demo galau pasti berlalu, barangkali itu yang membakar semangat banyak orang turun di jalan. Bikin galau nggak sih ?

Galau bisa dipahami sebagai sebuah keadaan dimana fikiran kacau tidak keruan. Keadaan yang disebabkan banyak masalah, berat di otak sehingga mengusik ketenangan hati. Galau memiliki padanan kata yang lumayan banyak: cemas, resah, gelisah, risau, bimbang, kacau dan gundah. Pada keadaan galau hati pada posisi labil, terombang – ambing bagai biduk tanpa nahkoda, bus tak berawak. Kemana arah tujuan tak pasti, simpang jalan tanpa penunjuk arah yang benar. Jiwa dan raga menjadi gersang, seperti pokok perdu tak tersirami air hujan, meranggas. Lantas apa yang bisa kita lakukan agar galau segera berlalu ?

Lawan kata galau adalah keadaan yang tenteram dan hati yang tenang. Exactly, ketenteraman dan ketenangan inilah yang dicari dalam hidup dan kehidupan kita. Maka marilah merujuk pada pedoman hidup umat Al Qur’an yang telah diwahyukan kepada Muhammad pembawa risalah. Surat Ar Ra’d ayat 28 secara jelas memberikan solusi indah bagi hati yang galau yaitu dengan mengingat Allah: Orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.  Lepaskanlah segala ketergantungan pada manusia, karena Allah sebaik – baik penolong. Maka solusi didapat anda selamat. Bertawakal dan serahkan segala urusan hanya pada Allah. Bukan pada siding cabinet yang sibuk beradu argument, bukan pada demonstran yang sebenarnya juga memicu keresahan bagi sebagian warga. Biarlah harga BBM melambung, yang penting  Allah mahapemurah melimpahkan keberkahan pada rejeki kita, serba cukup buat segala kebutuhan. Jadikan tawakal sebagai taman kesejukan di tengah ikhtiar yang maksimal.  Sadarilah bahwa sejak mata terbuka di kala fajar, nikmat Allah tercurah pada kita. Inilah bukti bahwa sesungguhnya Allah bersama kita, tapi banyak di antara kita yang justru meninggalkan Allah, seolah – olah dirinya mampu meraih dunia dengan kepalan kedua tangan. Takabur bahwa dia mampu mengumpulkan serpihan kebahagiaan dunia tanpa mengharap ridlo Illahi. Sepak terjangnya menjadi tak berakhlak hingga akhirnya terjerumus pada keadaan yang paling meresahkan dan ditakutkan, galau!

Galau berada dalam lingkaran siklus kehidupan manusia. Dua sisi kehidupan yang menjadi konsekuensi: galau dan tentram. Pada saat dirinya meninggalkan Allah, maka galau meradang. Tak ada ketentraman dalam jiwa. Sebaliknya karena mengharap wajah Allah dalam setiap sujud dan ibadah, maka ketentraman hakiki sepenuhnya menjadi milik hamba  yang shalih. Dua pilihan di depan mata dengan satu keputusan: tersiksa oleh galau atau nikmat dalam ketentraman. Maka mengapa kita mesti meninggalkan Allah ? Bukankah bersamaNYA hati menjadi tentram ?

 Barakallahu fikum.

1 Comment

  1. Harindra Widjajana

    rugi, punya Allah kok galau,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: