DIFFICULT BEAUTY

Betapa kita tak pernah luput dari segala bentuk ujian. Malam hari, baru saja menghela nafas lega tanda semua urusan selesai, ada kabar dari pesantren, kak Ais jatuh tangannya bengkak. Segala pikiran berkecamuk, mencoba menerka seberapa parah lukanya. Maka selepas shalat subuh, aku meluncur sendirian ke Sukabumi menjemput kak Ais untuk berobat. Alhamdulillah pagi hari sudah kembali sampai di rumah yang berarti tak mengganggu jadwal kerja. Sampai di kantor betapa leganya, satu urusan pagi itu sudah selesai. Sejenak menghela nafas, ada telpon dari istri, kak Ais nggak mau di rontgen untuk memastikan posisi tulangnya. Gluwoodakkk!

Ujian memang tak bisa dihindari. Seberapa hati-hati tetap saja akan menghempas kita kalau memang Allah yang mahasuci dan mahatinggi menghendaki. Tetapi betapa menjadi amat mulia manakala bisa lulus dari ujian itu. Derajad terangkat dan integritas kita terbukti telah teruji. Berbagai kesulitan menjadi begitu indah, seolah sebuah hiasan pemanis kehidupan. Kesulitan, hambatan dan ujian hanyalah sebuah proses untuk menunjukkan kualitas ketangguhan. Tetapi tetaplah proses itu yang lebih bermakna, bukan pada hasil akhirnya. Ernest Hemingway dalam kisah novel pendeknya yang monumental hingga dia dianugerahi nobel sastra 1954, The Old Man and the Sea mengisahkan berbagai kesulitan yang harus dihadapi lelaki tua dalam menangkap ikan marlin raksasa. Selama 87 hari ia mengarungi lautan untuk kemudian baru berkesempatan menangkap sasarannya. Masih dengan proses yang sulit, ia harus membawa tangkapannya itu ke pantai sambil diburu hiu ganas. Proses yang teramat berat, tetapi toh akhirnya rasa haru memang semburat untuk usahanya. Kalaulah semuanya hancur, ia sudah membuktikan untuk tidak menyerah. Betapa lihainya Ernest Hemingway menyuguhkan cecaran kesulitan menjadi sebuah keindahan batin seorang nelayan tua. Keindahan yang diukir dari kesemerawutan jalan hidup yang bertubi-tubi dihantam badai ujian.

Seringkali kita menghadapi banyak kesulitan, tetapi seringkali pula mengeluh, sambat seolah kita sudah kalah sebelum berperang. Kita tak pernah berusaha menangkap keindahan dibalik kesulitan itu. Kesulitan itu lebih dimaknai sebagai rentetan kerepotan yang menyebalkan. Maka sudah pasti akan berujung pada kondisi rentan gangguan keseimbangan emosi. Frustasi berkepanjangan.

Sungguh, kesulitan yang datang menyapa tetaplah harus ditakhlukkan dan dikendalikan agar tak bertambah kronis. Tak ada kompromi agar kesulitan tak makin langgeng. Jalan keluar mesti dicari maka badai pasti berlalu. Timnas yang ketinggalan 1 – 0 lawan Qatar tetap tegar menghadapi berbagai gempuran, bahkan mampu membuat serangan balik untuk menyamakan kedudukan. Usaha yang nyata-nyata membuahkan hasil dari batu rintangan menjadi batu lompatan. Perjuangan heroik yang patut diapresiasi. Kalaulah pada hasil akhir Timnas harus menanggalkan impian kemenangan, tentu tetap meninggalkan kebanggaan buat Indonesia.

Tak ada ketragisan yang mengoyak jiwa ini hingga berkeping-keping. Tuhan sudah mengukur kadarnya sebatas kemampuan kita. Kisah tragis hanyalah ada dalam lakon drama Yunani kuno dan naskah fiktif film Hollywood. Percayalah, di ujung sana ada cahaya terang yang menyambut kita setelah melewati lorong kesulitan. Keindahan hidup ini sangat tergantung pada sikap kita menghadapi ujian. Tetap semangat sebagaimana tokoh lelaki tua rekaan Ernest Hemingway, maka yakinlah kemenangan akan bisa diraih.

Barakallahu fikum.

* thx to mas Slamet Widodo, you have inspired this note.

2 Comments

  1. Jennyfer ( Jenward )

    Our problems NEVER bigger than our God, it’s just about the responds..

  2. Terima kasih Jennyfer, Tuhan maha Pengasih lagi maha Penyayang. Tuhan tidak akan menguji umat-Nya diluar batas kemampuannya. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: