RESIGN

Seorang kawan baik kukenal di sebuah masjid lantaran kami intens shalat wajib berjamaah di situ, di setiap jedah waktu kami bekerja. Dari awalnya sebatas senyum, maka berikutnya mulai mengenal nama hingga tempat bekerja, asal daerah hingga keluarga masing-masing. Penampilan sangat sederhana meski beliau sesungguhnya bekerja di sebuah salon mewah di mall megah di Jakarta ini. Lah yang ditemuinya itu rata-rata para selebriti atau kalangan berduit yang selalu memperhatikan model rambut terbaru dengan segala treatment-nya. Kawan baik tadi tetaplah berpenampilan sederhana, sama sekali tak terpancing atau terbawa arus untuk mengikuti gaya hidup para klien-nya sekedar menyesuaikan penampilan. Tidak sama sekali. Keistiqomahannya dalam beribadah terpancar betul pada seluruh gerak lakunya. Dari tutur bahasa yang lembut dan santun hingga penampilannya dari luar. Jenggotnya dipelihara rapi. Dalam canda anak sekarang disebut pajero, pasukan jenggot rosul. Tetapi memang itulah adanya karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyuruh para pria muslim untuk memanjangkan jenggot. Banyak yang merasa aneh kalau ada yang berjenggot, selalu ditanya kenapa memelihara jenggot. Dianggap anomali. Disindirkan mirip teroris tanpa sandaran sebab yang jelas. Saya pun mengalami keberterimaan semacam itu.

Kawan baik tak pernah mencakapkan soal pekerjaannya. Saya tak tahu mengapa, tapi saya menangkap ada sebuah proses yang tengah berlangsung dalam geliat batinnya. Seseorang berkata kalau pekerjaannya sungguh teramat “berat” cobaannya. Sehari saja di tempat kawan baik bekerja, seseorang bisa mendapat tips dari para pelanggan hingga 400 ribu. Duh, gampangnya cari duit. Itu didapat kalau pelanggan puas dengan hasil gunting rambut yang membuat penampilan makin elok. Sekedar rasa terima kasih.

Pertemuan dengan kawan baik selalu dihiasi dengan perkacapan ringan yang menukik pada amalan dan ibadah kami. Semacam katarsis untuk saling mengoreksi dan mengoleksi amalan ibadah yang belum kami lakukan. Ilmu yang kami dapatkan lewat kajian yang masing-masing diikuti, kami share sambil sesekali kami terhentak lantaran menjadi tamparan karena selama ini ibadah kami salah. Pertemuan semacam ini seolah menjadi mekanisme menghisab diri untuk sama-sama mencerahkan hati dengan ilmu yang benar. Sungguh, saya merasakan sebuah keindahan pertemanan, keindahan kebersamaan.

Sudah sebulan lebih saya belum bertemu dengan kawan baik, sejak liburan lebaran. Setiap waktu sholat, kawan baik tak lagi melengkapi barisan dalam shaff. Kemana gerangan perginya? Rasanya rindu sekali untuk sekedar mengobrol bertukar ilmu dengannya, sambil merasakan kehangatan sebuah persahabatan. Entahlah saya juga tak menangkapkan kegundahan itu secara serius, misalnya mencoba menghubunginya kewat telpon. Tetapi bayangannya selalu hadir saat mulai memasuki masjid.

Malam hari, saat saya bersiap untuk menemani anak-anak dengan cerita sebelum tidur, hape berdering. Subhanallah. Kawan baik yang kucari menelponku. Betapa surprise-nya saya dan tentu saja kuberondong beliau dengan banyak pertanyaan bertubi-tubi, termasuk pertanyaan inti: where have you been? Di luar yang saya sangka, ternyata kawan baik resign dari pekerjaannya selama ini.

Alhamdulillah. Itulah yang saya ucapkan atas keputusannya. Keputusan yang sangat berat tapi benar buat saya. Kawan baik telah mampu mengalahkan nafsunya untuk meninggalkan subhat dalam pekerjaan. Seolah kawan baik telah melakukan hijrah untuk dunia dan akheratnya.

Saya bayangkan, saat ini tentu kawan baik mulai menikmati hari-harinya, waktu-waktunya untuk mengelola sebuah kedai di dekat rumahnya, sambil leluasa mendatangi majelis ilmu yang tersebar di masjid-masjid di jakarta ini. Memang sedikit sekali orang yang begitu haus akan ilmu agama, seperti kawan baik ini. Semoga Allah azza wa jalla mencurahkan keberkahan dalam hidup dam kehidupannya.

Barakallahu fikum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: