IRONI

Puncak kegembiraan kita setiap pekannya selalu saat bersamaan datangnya hari jumat. Thank God it’s Friday begitu semua para pekerja kantoran berujar. Untuk merayakannya masing-masing sudah mendesign party bersama komunitasnya atau sekadar hang out merecharge vitalitas yang ngedrop tak bersinyal. Maka jadilah Sebuah eforia yang berulang-ulang setiap pekan setelah berhari-hari mereka tertekan dalam kesibukkan kerja yang penuh dateline. Datangnya jumat seolah menjadi penyelamat untuk kembali memasuki sebuah kebebasan meninggalkan formalitas kerja. Thank God it’s Friday menjadi ritual sakral dalam budaya kosmopolitan yang diwarnai hiruk pikuk pesta kemenangan paska terposisikan dalam labirin penakhlukkan persaingan karir yang kian menajam hari ke hari. Sadar atau tak sadar, sengaja atau tak sengaja persaingan selalu muncul dalam ritme kerja. Bisa lantaran posisi jabatan atau motivasi salary atau bahkan ada yang lebih konyol untuk sekedar carmuk yang segaris dengan ABS. Yang terakhir ini, bukan material kompetensi untuk appraisal. Kita nggak perlu mengamalkannya. Doa saya, semoga karir Anda bagus dan masuk surga.

Dalam atmosfir yang berbeda, eforia akan terus berlanjut di akhir pekan. Moment indah ini dihabiskan lagi dengan keriaan tanpa batas yang dilabeli Saturday Night Fever. Pesta belum usai, masih akan digeber lagi hingga all night long. Berkelompok mereka memadati cafe-cafe. Juga ada yang tumpah ruah ke jalanan merayakan street party. Sebagian mengkreasi dengan balap mobil atau motor biar lebih sensasional. Merasa terlalu monoton, sebagian lagi meluncur ke Puncak untuk mendekap dinginnya malam dalam pesta kehangatan di villa-villa.

Pada hari minggu-nya mereka hendak akan cooling down sambil menikmati easy like sunday morning. Minggu berangsur menenang meski gejolak-gejolak kecil kadang terletup untuk melanjutkan eforia dalam skala yang lebih kecil. Meski energi sudah terlanjur banyak dikeluarkan sebelumnya, tetapi badan maunya ngajak Jingkrak-jingkrak. Ah, tampaknya eforia masih akan berlanjut. Alasannya agar di awal pekan mereka siap dengan semangat baru, rencana besar dan kinerja maksimal. Seolah mereka akan membuat lompatan jauh dalam sepanjang karir mereka. Eforia yang tampaknya sungguh-sungguh memberi manfaat. Boleh juga rupanya.

Maka ketika mentari pagi di hari Senin mulai menyapa. Saat tantangan siap untuk ditakhlukkan. Secara serempak mereka semua membuat status di facebook: I Hate Monday.

Ironis sekali.

Barakallahu fikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: