SURAT

Sepucuk surat tentu pernah terlayang teruntuk nama kita, sebagai penanda beragam urusan, resmi atau pun tidak. Wikipedia menjelaskan bahwa surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal: sarana pemberitahuan, permintaan, buah pikiran, dan gagasan; alat bukti tertulis; alat pengingat; bukti historis; dan pedoman.

Jaman saya di rantau dulu, nyaris tiap minggu saling berkoresponden dengan teman lewat surat-surat yang didesign begitu kreatif. Sementara teman-teman cewek ada yang cukup dengan memilih kertas surat yang sudah tersedia berbagai model kreasi. Bahkan ada yang sampai mengoleksinya. Di era paperless ini, tentu surat tetap menjadi media komunikasi yang efektif di sela kesibukan kerja yang menggila. Surat itu berbentuk elektronik. Maka dunia maya menyediakan ruang baru bagi manusia sehingga kontak secara fisik bukan lagi sebuah kebutuhan. Seorang kawan baik, tiba-tiba begitu rindu melakukan ritual mendatangi kantor pos untuk berkirim surat. Tentu lebih humanis sembari mengingat romantisme masa lalu sambil mengenalkan pada anak-anaknya tentang keberadaan kantor pos dan fungsinya.

Terkait dengan pembahasan surat, Al-Qur’an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surat (surah). Setiap surat terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr. Sedangkan menurut tempat diturunkannya, dibagi atas surat-surat Makkiyah dan Madaniyah. Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunannya. Surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah. Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia. Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan atau sesama manusia (syari’ah).

Dalam menyebarkan dakwahnya, Rasulullah pun memanfaatkan media surat, terutama kepada pembesar negeri. Kepada raja Najasyi, surat itu diterima dan raja negeri Habasyah itu pun menerima Islam sebagai agamanya. Maka ketika raja An-Najasyi wafat, Rasulullah melakukan shalat gaib untuknya karena pada pentakziman jenazah raja tersebut belum ada yang mensholati. Rasulullah juga mengabarkan bahwa raja An-Najasyi kelak akan masuk surga.
Kepada Kaisar Heraklius pembesar negeri Romawi dan Kisra Abrawaiz raja negeri Persia pun surat Rasulullah terlayangkan. Sayangnya, dua nama pencatat sejarah ini tak menggubris ajakan Nabi Muhammad. Maka keduanya kelak harus mempertanggungjawabkan kekafirannya kelak di akherat, karena berita kebenaran sudah tersampaikan padanya.

Secara suratan takdir, bersyukur bahwa kita telah memeluk keagungan Islam sejak lahir. Tetapi tentu saja ajakan Rosulullah lewat surat yang tersampaikan kepada para pembesar negeri di masa itu adalah juga ajakan kepada kita, agar senantiasa mendekap erat Islam dihati kita. Mematuhinya seperti keberterimaan yang dilakukan raja Najasyi. Maka insya Allah surga adalah tempat terbaik bagi mereka yang taat pada keteladanan sebagaimana Rasulullah melakukan ibadah dan muamallah, sebagai ejawantah ikrar kita setelah bersyahadat. Bukannya merobek-robek “surat” berharga itu sebagaimana ketika kita kesal atas suatu berita tak mengenakkan yang dikabarkan lewat surat.

Setelah kita mampu mengamalkan pesan surat Nabi, semoga kita bisa menjadikannya sebagai “surat berantai”, mengajak kepada keluarga kita, saudara dan teman dekat untuk selalu berittiba’ kepada Nabi menurut Al Qur’an dan Sunnah sehingga kita selalu berada pada jalan keselamatan, sebagaimana kata pembuka pada surat Muhammad Rasulullah kepada raja-raja tadi, “ Keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, bersaksi bahwa tiada Ilah sesembahan yang benar kecuali Allah saja, yang tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah Hamba dan Rasul-Nya”.

Barakallahu fikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: