Berkarya Dengan Hati

Hidup adalah berkarya. Buah aktualisasi diri dan sikap positif menerjemahkan konsep diri dalam ruang dan waktu. Kalau anda elang, maka terbanglah mengarungi ruang kebebasan. Kalau anda seekor ikan, silakan berenang menyelami keindahan waktu ke waktu yang mempesona. Dalam lakon itulah maka Anda berpeluang menciptakan karya. Seekor elang yang belajar berenang hanyalah sebuah mimpi dan ikan yang meraih angkasa dengan siripnya hanya angan belaka. Tidak akan ada karya karena keduanya terkungkung dalam fatamorgana semu.

Karya kita adalah monumen kehidupan di setiap momentum. Ketika kasmaran di usia remaja, kita membangun monumen lewat puisi dan surat cinta ( bisa jadi di antara kita masih ada yang menyimpannya hingga kini ). Saat menikah, kita merancang wedding party hingga selalu dan selalu terkesan setiap memutar ulang kenangan itu lewat keping DVD, yang sesungguhnya adalah karya personal kita. Di usia mapan, kita mendesign mahakarya lewat rancang bangun rumah tinggal berdasar kemampuan keuangan dan orientasi artistik kita. Deretan monumen yang sesungguhnya telah kita ciptakan dengan hati, sehingga hasilnya sangat menyentuh hati, menembus batas ruang dan waktu.

Sadar atau tidak, kita akan terus berkarya dalam tiap fase perjalanan hidup. Di wilayah paling personal, maupun wilayah yang lebih luas di tempat kerja. Bedanya di wilayah personal tak banyak faktor eksternal yang turut menentukan. Anda bisa memutuskan sendiri, selain perlunya masukan fihak lain sebagai bahan pertimbangan yang bisa saja anda abaikan. Di tempat kerja yang berkaitan dengan profesi, maka faktor eksternal turut berperan besar atas sebuah pencapaian. Inilah yang kita namakan team work.

Dalam team work harus ada kesamaan visi sehingga kemudi kerja bisa meluncur terarah. Kemudi ini tentu saja dipercayakan pada atasan kita. Bersamanya kita menjelajah lalu lintas bisnis menembus hingar bingar jalanan yang riuh oleh persaingan, menyinggahi ceruk pasar sambil memungut pundi keuntungan. Dalam skala yang lebih kecil, Promo On Air sebagai sebuah departemen di SCTV juga terus menjaga stabilitas team work untuk menghasilkan output kerja yang maksimal. Ukurannya tak tanggung-tanggung, selain keberhasilan promo itu sendiri dalam berkomunikasi dan berbagi pesan kepada pemirsa, juga target “awarding” yang setiap tahun digelar dalam beberapa “pesta orang kreatif”. Maka tak cuma berkarya dengan strategi komunikasi, tetapi kami juga berkarya dengan hati. Menyelesaikan setiap penugasan dengan senang hati dan menyiasati setiap hambatan dengan senyum.

Apa yang bisa kita lakukan ketika sebuah permintaan membuat karya kreatif tetapi dibatasi oleh dateline dan budget yang ketat? Ini bisa terjadi kapan saja dan tiba-tiba seperti sebuah balok yang menimpa kepala tanpa kita punya kesempatan dan kesadaran untuk mengelaknya. Maka kita bisa menganggap ini sebagai nasib sial atau justru peluang emas untuk membuktikan kapasitas, sangat tergantung pada sikap kita. Seperti menjelang ramadhan kemarin yang bertepatan dengan peringatan kemerdekaan 17 Agustus 2010, betapa banyak pekerjaan kita yang menumpuk. Selain pekerjaan regular, promo departemen diminta untuk membuat campaign yang mewakili kepentingan corporate. Tetapi justru dari momentum inilah lahir karya-karya monumental yang akhirnya diapresiasi dengan disematkan penghargaan padanya. Rahasianya adalah ( maaf daku teman-temanku karena terpaksa harus kubocorkan rahasia kita dan jangan dipandang ini sebagai pengkhianatan! ) kita selalu berkarya dengan hati.

Bersyukur bahwa kita berada disekeliling teman-teman yang multi-talented yang semuanya mudah menyerahkan diri untuk terlibat dan dilibatkan dalam berbagai penugasan. Mulai sebagai DOP yang merangkap copywriter, produser yang harus merangkap sebagai unit manager, berperan dalam voice over, atau sekadar admin hingga menjadi talent itu sendiri. Ada art director yang mesti pening memikirkan wardrobe hingga property tetapi dia juga harus rela menjadi produser sambil membuat storyboard sendiri. Toh tak pernah ada keluh kesah sepanjang proses produksinya, sebaliknya yang tercuat adalah semangat kebersamaan yang menafikan seluruh hambatan kerja. Dalam bahasa anak muda sekarang adalah jurus tandur, maju terus pantang mundur.

Maka sudah sepantasnya tahun ini promo departemen memboyong 7 penghargaan di ajang Citra Pariwara 2010 yang sekaligus mengantarkan pada penghargaan khusus sebagai Best TV Station 2010 untuk SCTV ( Prestasi ini adalah repetisi sukses yang sama di tahun 2009 yang juga menobatkan SCTV sebagai Best TV Station ).Tak sia-sialah kerja kami, karena karya yang kami hasilkan diapresiasi dengan baik. Karya yang terlahir yang tak berkompromi pada trend, tetapi justru pada personality yang membangun corporate image.  Sebuah ketegasan yang masuk akal karena jika kami terjebak pada trend, maka SCTV akan masuk dalam pusaran paritas promo yang tak memiliki roh, sehingga pemirsa tak lagi bisa membedakan dengan TV tetangga. SCTV harus terus berdiri pada personality-nya. Karena tantangan saat ini adalah keunikan pemirsa yang lebih suka menghabiskan waktu berlama-lama bersosial media lewat situs jejaring social. Maka tak ada pilihan kecuali mencuri perhatian mereka dengan menghadirkan promo yang memiliki personality.

Tentu saja, kami akan terus berkarya dengan hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: