DENGKI

Hidup selalu diwarnai hitam dan putih. Kebaikan dan kejahatan. Malaikat dan iblis. Bawang merah dan Bawang putih. Masa kecil dulu, saya selalu mengikuti kisah bergambar di majalah Bobo tentang Juwita dan si Sirik. Teringat sekali bagaimana ulah si Sirik merebut kegembiraan yang dikaruniakan kepada Juwita. Alih-alih sukacita berpindah kepadanya, justru si Sirik terperosok pada penyesalan yang mengenaskan. Kedengkiannya hanyalah menyisakan rasa ngaplo, kecewa tak memperoleh apa-apa dari kedengkian yang dikreasinya. Sama seperti Brutus tokoh antagonis kisah Popeye atau Commodus yang terkapar telak oleh keperkasaan Maximus sang Gladiator yang teramat kekar untuk dipecundangi.

Dengki menurut kamus KBBI diartikan sebagai menaruh perasaan marah, benci dan tidak suka karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain. Dalam bahasa yang mudah dipahami, senang lihat orang susah dan susah kalau lihat orang senang. Allah Azza wa Jalla menerangkan sifat dengki ini dalam Qur’an surat Ali Imran ayat 120: “Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya”. Maka demikianlah yang melatarbelakangi ulah Iblis si sirik yang berwujud dalam Maximus atau si Bawang Merah dan kelompoknya. Bawaannya adalah susah melulu. Tetangga dapat rejeki, jadi susah. Teman bersuka cita bukannya turut merasakan bahagia tetapi justru sebaliknya: gerah, manyun dada menyesak. Persis seperti saudara-saudara Nabi Yusuf yang menyimpan berkarung-karung kedengkian hingga akhirnya harus mengurung nabi Yusuf ke dalam sumur. Setan laknatullah telah menguasai mereka sehingga hati berkabung dan pikiran murung jika membayangkan kegembiraan Nabi Yusuf. Mereka adalah orang beriman yang tumbuh dan dibesarkan bersama-sama dalam keluarga Nabi Ya’qub, tetapi rasa dengki tetap memasung hati dan pikirannya. Bagaimana dengan kita, Bung?

Dalam hadits riwayat Abu Daud, Rasulullah Shollallahu ’alaihi wa sallam mengingatkan kita untuk menjauhi sifat dengki. Dalam sabdanya,” jauhilah olehmu dengki, karena iri dengki itu dapat mengikis amal kebaikan seperti api melahap kayu bakar”. Betapa ngerinya jika seluruh amal ibadah kita pupus habis terhisap oleh api dengki yang sesungguhnya tergolong sebagai perbuatan dosa besar. Segala kebaikan yang kita amalkan menjadi tak berarti jika di hati masih tercoreng noktah hitam kedengkian. Nauzubillahi min dzalik. Bahkan orang beriman pun masih terkena penyakit dengki? Apa yang menyebabkannya?

Dengki muncul karena adanya rasa cinta pada dunia yang teramat berlebihan. Selalu ta’ajjub dengan gemerlap duniawi sehingga segala sesuatu diukur dengan materi. Keadaan ini pada akhirnya akan menggiring pada kondisi takut tersaingi. Akan menjadi bangga manakala bisa memamerkan sesuatu yang tak dimiliki orang lain dan akan menjadi rendah saat orang lain memiliki sesuatu yang menjadikan dia ingin memiliki. Serba materialistik. Kualitas hidupnya sebatas artifisial. Biar tekor yang penting kesohor, begitulah mutiara bijak dari Betawi mengingatkan.

Apakah itu berarti kita dilarang dengki sepenuhnya? Bolehlah kita “berdengki-ria” apabila hanya pada 2 perkara, yaitu pada orang yang diberi al-Qur’an oleh Allah kemudian ia melaksanakannya di pertengahan malam dan pertengahan siang, dan orang yang diberi harta oleh Allah kemudian ia menginfakkannya di pertengahan malam dan pertengahan siang (HR. Muslim 815 ). Tentu ini sifat dengki yang terpuji karena akan memberikan motivasi bagi kita dalam menghidupkan berbagai syariat yang tersampaikan pada kita. Sementara kalau sifat dengki yang tercela senantiasa berkobar-kobar maka memohonlah perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar terjauhkan dari sifat dengki dan dijauhkan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki, sebagaimana difirmankan dalam ayat terakhir surat Al Falaq.

Barakallahu fikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: