BEJANA TANPA TUTUP

( Sebuah motivasi untuk menjadi enterpreneur! )

Oleh orang bijak dunia itu diibaratkan sebuah bejana tanpa tutup. Selentingan kecil disudut ruang kerja anda akan sangat cepat terdengar hingga Depok Tangerang Bekasi. Tak ada lagi sekat privacy ataupun dinding membisu. Ya begitulah yang terjadi!. Tetapi kalau naluri bisnis anda peka, keadaan ini semestinya anda manfaatkan untuk mengembangkan bisnis yang tengah ditekuni. Bisikan pada teman sebelah kalau anda membawa dagangan, seisi kantor akan segera menyerbu anda. Sebuah promosi gratis yang tak merepotkan.

Saat ini kita memang tetap berstatus sebagai seorang karyawan. Loyalitas memang harus tetap ditunjukkan sebagai sebuah komitmen. Tetapi sebagai seorang karyawan, ada waktu luang yang kita miiliki. Untuk hidup yang lebih baik, jangan buang waktu luang anda! Rangkai mimpi dan rintis jalan menuju kesana.

Agar anda termotivasi, anda pertanyaan yang mendasar. Apa sih bedanya karyawan dan entrepreneur? Banyak jawaban karena ini pertanyaan yang sangat terbuka. Tetapi ada satu jawaban yang menarik, karyawan mendapat pendapatan tetap dan entrepreneur tetap berpendapatan. Artinya, gaji karyawan sudah ditentukan nilainya oleh atasan tetapi kalau wirausaha mempunyai penghasilan yang nilainya ditentukan oleh gerak usahanya. Sepuluh tahun lalu ayam bakar Wong Solo memulai usahanya hanya dengan 3 potong ayam. Tetapi sekarang anda harus membayar 250 juta untuk memegang franchise-nya. Bakmi Langgara yang kini mempunyai 39 cabang, dulunya hanyalah seorang tukang mie ayam.

Kog mereka bisa sih ? Hanya dengan satu kata: Berani!. Berani memulai, berani berbeda dan berani ambil risiko. Kesalahan besar kita adalah kita tak pernah untuk memulai. Begitu seriusnya kita mengidentifikasi daftar kemauan dan menghitung daftar kemampuan, tapi akhirnya hanya berhenti disitu. Kita tak pernah memulai sebuah gagasan sesungguhnya dalam 5 tahun ke depan akan menjadi sebuah kerajaan bisnis. Puspo Wardoyo butuh waktu lima tahun untuk tersenyum menikmati pergerakan bisnisnya yang melaju ke puncak kejayaan. Sekarang kita memang bukan siapa-siapa, tetapi lima tahun lagi siapa sangka kalau nama anda masuk alam catatan wirausaha sukses. Mulailah sekarang juga!!!

Langkah awalnya adalah bentuk kerjasama. Anda tak bisa berjalan sendiri. Dalam bahasa yang islami, satu ditambah satu adalah duapuluh tujuh. Kalau anda sholat sendiri, hanya satu pahala yang didapat. Tetapi kalau anda berjamaah meski hanya dengan berdua, ada pahala sebanyak duapuluh tujuh yang anda raih. Artinya, kerjasama akan melipatgandakan keuntungan. Lebih dari itu, anda bahkan harus mencari sebanyak-banyaknya rekanan. Ingat, punya 1000 teman itu kurang dan sebaliknya punya satu musuh itu sudah kebanyakan. Kalau anda sudah ketemu dengan rekanan, maka rumuskan visi ke depan. Puncak gunung adalah visi dan jalan menuju ke sana adalah misi. Biasakan untuk berfikir secara visioner. Dalam kisah Mesir kuno, ada 3 tukang angkat batu yang ditanya dengan pertanyaan yang sama, apa sih yang anda lakukan? Tukang pertama menjawab saya sedang mengangkat batu. Tukang kedua menjawab saya sedang membuat piramida dan tukang ketiga menjawab saya sedang membangun sebuah peradaban. Pikirkan visi anda !

Terakhir, setelah anda memulai usaha yang anda rintis, manfaatkan sunatullah dunia sebagai sebuah bejana yang terbuka. Bahwa pasar yang besar sedang menanti anda. Sebarkan pesona product anda dan curi perhatian mereka. Sukses hanya dapat diraih dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Dan kesuksesan itu tidak pernah didapat dengan cara instant. Ya, begitulah yang sudah terjadi !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: